Cara Mencegah Hepatitis

Sekarang ini belum ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan infeksi hepatitis E. Juga orang yang mengalami penyakit ini dapat terkena lagi di kemudian hari. Ini karena antibodi yang berkembang selama sakit tidak memberikan perlindungan seumur hidup. Kambuhnya infeksi hepatitis E sangat lazim terjadi, kebersihan pribadi dan sanitasi yang baik adalah satu-satunya cara yang efektif untuk mencegah hepatitis E.

Virus hepatitis E dapat menyebabkan baik infeksi akut maupun kronis. Virus ini biasanya disebarkan melalui darah atau produk darah dari seseorang yang terinfeksi virus hepatitis B. Virus ini juga ada dalam cairan tubuh lain, seperti air liur, sperma dan sekresi vagina. Karenanya kadang kala penyakit ini men6yebae melalui kontak pribadi yang sangat intim. Hubungan seksual pada kaum homoseksual, membuat tato, dan pembedahan gigi juga merupakan rute infeksi yang penting. Infeksi hepatitis B juga dapat menyebar dari serorang ibu yang terinfeksi kepada anaknya.

Dibawah ini adalah keompok yang beresiko tinggi terkena infeksi hepatitis B adalah :

  • Pekerja kesehatan yang berkontak dengan darah atau cairan orang yang terkontaminasi.
  • Kaum homoseksual
  • Orang yang melakukan kontak seksual dengan mereka yang memiliki virus hepatitis B
  • Orang yang mengidap penyakit ginjal yang membutuhkan cuci darah
  • Orang yang menerima transplantasi organ bagi tubuh mereka dari donor yang terinfeksi
  • Orang yang menjalani perawatan bagi leukimia
  • Bayi-bayi yang dilalahirkan oleh ibu yang terinfeksi
  • Pengguna obat yang disuntikkan ke pembuluh darah yang berbagi jarum dan alat suntuk yang telah terinfeksi.

 

Posted in Pencegahan Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Virus Hepatitis

Dibawah ini ada beberapa jenis hepatitis, yaitu :

1. Virus Hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui feses. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya melalui air dan makanan.

2. Virus Hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. BIasanya terjadi antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual, baik homoseksual maupun heteroseksual. Ibu hamil yang terinfesi hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan.

3. Virus Hepatitis C
Virus hepatitis C paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan karum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita penyakit hati dan alkoholik seringkali menderita hepatitis C.

4. Virus Hepatitis D
Hanya terjadi sebagao rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebakan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat.

5. Virus Hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A yang hanya terjadi di negara-negara berkembang.

6. Virus Hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini

7. Virus lain
Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :

  • Virus mumps
  • Virus rubella
  • Virus cytomegalovirus
  • Virus epstein barr
  • Virus herpes
Posted in Jenis - Jenis Virus Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis Pada Hati

Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

Istilah hepatitis dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Mengenai ini, ada sumber lain yang mengatakan bukan hanya berbagai macam virus tetapi juga obat-obatan, termasuk obat tradisional untuk penyakit hepatitis.

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, yaitu hepatitis A, B, C, D, atau E. Ini juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning, dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. Dapat dikakatan bahwa penyakit hepatitis disebabkan oleh tiga faktor, yaitu virus, alkohol, dan obat-obatan tertentu.

 

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Infeksi Hepatitis

Dengan cara-cara yang sederhana anda dapat mencegah infeksi hepatitis A, yaitu :

  • Minumlah air hanya dari sumber-sumber yang aman. Air PAM sudah diolah dan karenanya kemungkinan besar tidak menyebarkan infeksi seperti hepatitis A
  • Jika anda tidak yakin apakah air yang hendak diminum sudah diolah atau belum, minumlah hanya air yang sudah direbus atau air mineral dari perusahaan yang reputasinya baik.
  • Gunakan air yang sudah diolah atau direbus untuk menyikat gigi kerika anda bepergian ke wilayah-wilayah yang resiko terkena mnfeksi hepatitis-A nya sangat tinggi.
  • Hindari makan buah-buahan, salad, atau sayuran mentah yang anda cuci dalam air yang telah diolah atau dierbus.
  • Hindari makanan atau minuman yang dijual di pinggir jalan terutama jika makanan atau minuman tidak ditutup.
  • Dapatkan vaksin hepatitis A jika anda beresiko yinggi terkena infeksi.

Penyebaran hepatitis E serupa dengan infeksi hepatitis A. Penyakit ini lebih sering menjangkiti orang dewasa ketimbang anak-anak dan lebih mungkin menyebabkan epidemi. Epidemi adalah istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suatu situasi dimana sejumlah besar orang terkena penyakit yang sama dalam wilayah geografis yang sama dan pada saat yang singkat.

Seringkali sulit untuk membedakan infeksi hepatitis E dari hepatitis A. Hepatitis A menyebabkan gejala-gejala seperti rasa tidak enak badan, kurangnya nafsu makan, rasa sakit pada perut, sakit pada persendian, dan demam.

Gejala-gejala hepatitis E biasanya muncul sekitar dua sampai sembilan minggu setelah virus memasuki tubuh. Pemulihan biasanya terjadi dalam waktu dua minggu. Meskipun kebanyakan orang berhasil pulih dari infeksi hepatitis E, penyakit ini bisa menyebabkan sesuatu yang serius pada wanita dengan kehamilan berusia tujuh sampai sembilan bulan. Selama waktu-waktu itu terdapat resiko kematian yang tinggi bagi keduanya, sang ibu dan bayi yang belum lahir.

 

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Hepatitis A

Infeksi hepatitis dapat dicegah dengan imunoglobulin ataupun dengan vaksin hepatitis A. Imunoglobulin mengandung antibodi yangmelawan virus hepatitis . Antibodi adalah protein pelindung yang di produksi oleh tubuh sebagai respons terhadap agen penyebab penyakit apapun, seperti bakteri, virus, dan sebagainya. Imunoglobulin memberikan perlindungan jangka pendek terhadap penyakit hepatitis A. Efeknya berlangsung selama tiga sampai lima bulan.

Vaksin hepatitis A memberikan perlindungan terhadap hepatitis A untuk waktu yang lebih lama dibandingkan imunoglobulin. Meskipun durasi perlindungan ini tidak diketahui secara tepat, kebanyakan praktisi medis merekomendasikan untuk mengulang baksinasi ini setelah satu tahun, guna memastikan perlindungan yang maksimal dan untuk jangka panjang. Vaksin ini mengandung virus hepatitis A yang sudah mati atau tidak aktif, yang tiak akan menyebabkan hepatitis A, tetapi merangsang mekanisme perlindungan alami tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus yang bersangkutan.

Anda mungkin mengalami reaksi ringan terhadap vaksin hepatitis A. Hal ini mencakup rasa sakit, warna merah pada kulit, rasa nyeri pada sentuhan, rasa hangat dan iritasi pada lokasi bekas suntikan. Anda mungkin juga mengalami demam, sakit perut, sakit kepala, kelelahan, dan reaksi alergi. Bisa saja timbul reaksi-reaksi serius, namun ini jarang terjadi.

Dokter adalah pihak terbaik yang dapat memustuskan apakah anda membutuhkan vaksin hepatitis A atau tidak, terutama jika anda kemungkinan besar akan bepergian ke wilayah dimana hepatitis A lebih umum terjadi. Anda perlu mendapatkan vaksin ini setidaknya dia minggu sebelum berangkat.

Orang yang telah terinfeksi virus hepatitis A dan yang telah mengembangkan antibodi terhadapnya akan terlindung secara alami terhadap paparan lebih lanjut. Jenis perlindungan alami ini biasanya berlangsung seumur hidup.

Posted in Pencegahan Hepatitis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis Kronik

Hepatitis kronik adalah peradangan pada hati yang terjadi lebih dari 6 bulan. Hepatitis kronik dapat berlangsung selama beberapa tahun atau bahkan sampai beberapa puluh tahun.

Pada kebanyakan orang, hepatitis kronis bersifat ringan dan tidak menyebabkan kerusakan hati yang parah. Akan tetapi pada beberapa orang, peradangan yang berlangsung lama dapat menghambat kerja hati berkembang menjadi sirosis, kegagalan hati atau bahkan kanker hati. Untuk itu sangat penting melakukan pemantauan terhadap kondisi penyakit melalui pemeriksaan laboratorium.

HBV DNA merupakan pembawa genetik virus hepatitis B sedangkan HCV RNA  merupakan pembawa genetik virus hepatitis C. Pemeriksaan HBV DNA dan HCV RNA dapat dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan untuk konfirmasi adanya infeksi atai tidak dan juga untuk pemantauan respon terapi. Jumlah partikel atau kopi HBV DNA atau HCV RNA  (viral load) yang ditemukan dalam darah menunjukan seberapa cepat virus tersebut berkembang didalam hati.

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Hepatitis

Gejala hepatitis akut akibat virus pada mayoritas orang adalah perasaan tidak enak badan secara keseluruhan, kelelahan, demam, meriang, hilang nafsu makan, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan rasa sakit diperut, yang lebih sering terjadi di perut bagian atas. Penyakit kuning, yang adalah perubahan bagian putih mata menjadi kuning, biasanya terjadi dalam hitungan hari , namun bisa mencapai dua minggu. Ketika penyakit kuning mulai tampak, banyak orang mengalami rasa gatal di kulit. Urine menjadi berwarna gelap. Warna tinja juga mungkin menjadi lebih terang. Pada tahap akhir infeksi, banyak orang menjadi tidak suka pada rokok.

Ketika dokter memeriksa anda, ia biasanya mendeteksi adanya penyakit liver yang membesar dan tender liver (daerah yang berdekatan dengan hati terasa sakit saat disentuh). Kadang kala dokter, juga mungkin mendeteksi adanya pembesaran limpa atau kelenjar getah bening di leher. Mungkin ada peradangan sendi (artritis) dan ruam kulit,  namun ini jarang terjadi.

Limpa adalah organ lunak yang berlokasi di perut kiri bagian atas. Organ ini terlibat dalam beberapa tugas, seperti mekanis me pertahanan tubuh, penyimpanan darah, pengembangan sel-sel darah, dan sebagainya. Kelenjar getah bening adalah struktur berbentuk oval yang menyaring cairan limpa, suatu cairan bening yang berasal dari berbagai organ  tubuh. Organ ini juga berfungsi melawan infeksi/

 

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis Hepatitis

Ada dua jenis hepatitis, yakni :

  1. Hepatitis akut : Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu infeksi yang baru terjadi (akut) pada liver seseorang yang sebelumnya sehat. Biasanya, ketika orang menggunakan istilah hepatitis, ia memaksudkan hepatitis akut akibat virus atau AVH (acute viral hepatitis). Penyebab utama jenis hepatitis ini adalah virus hepatotropik. Ada juga penyebab hepatitis akut yang kurang umum, seperti alkohol, obat-obatan dan lain-lain. Penyakit yang diakibatkan hepatitis akut berkembang dengan cepat, biasanya lebih parah ketimbang hepatitis kronis dan bisa berlangsung selama enam bulan atau kurang.
  2. Hepatitis kronis : Ini adalah istilah yang digunakan ketika gangguan jato sudah berlangsung lama dan terus menerus. Banyak orang dengan hepatitis kronis mungkin tidak memiliki tanda dan gejala yang khas dan karenanya merasa sehat. Hepatitis kronis mungkin hanya bisa dideteksi melalui hasil tes laboratorium yang abnormal dan tes lever lainnya. Sakit akibat hepatitis kronis berlangsung lebih dari enam bulan.

Virus adalah penyebab yang paling lazim dari hepatitis. Virus yang dapat menyebabkan hepatitis akut mencakup virus hepatitis A, B, C, D, E, dan G. Kendati begitu sebagian besar profesional medis berpendapat bahwa virus hepatitis G tidak menyebabkan penyakit. Virus-virus hepatitis A, B, C, D, dan E secara bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari 98% kasus hepatitis. Sisanya, 2% kasus hepatitis disebabkan oleh virus-virus berikut :

  • Virus non-A, non-B, non-C, non-E
  • Sitomegalovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus Herpes Simpleks
  • Virus Demam kuning

Ada dua cara dimana hepatitis merusak hati. Ini mencakup :

  • Suatu proses yang kompleks dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus.
  • Secara langsung menyerang dan merusak sel hati. Hepatitis kronis biasanya terjadi ketika mekanisme pertahanan alami tubuh tidak dapat menghancurkan semua virus hepatitis yang memasuki tubuh. Virus-virus yang tidak dihancurkan terus berkembang biak dan menyebabkan infeksi kronis. Jenis infeksi kronis ini lebih umum terjadi dalam infeksi hepatitis B.

 

Posted in Jenis - Jenis Virus Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis

Hepatitis adalah istilah yang digunakan untuk berbagai kondisi dimana terjadi peradangan dan/ atau nekrosis sel-sel hati. Nekrosis adalah istilah yang digunakan bagi kematian sebagian atau semua sel didalam suatu organ atau jaringan. Banyak orang berpikir bahwa hepatitis sama dengan jaundice atau penyakit kuning. Penyakit kuning adalah istilah digunakan ketika sklera atau bagian putih mata berubah menjadi kuning. Hepatitis dan penyakit kuning tidak sama. Penyakit kuning adalah salah satu gejala hepatitis yang justru paling sering terdeteksi setelah munculnya gejala penyakit kuning. Namun, ada beberapa penyebab penyakit kunging, salah satunya adalah hepatitis.

Hepatitis adalah salah satu masalah kesehatan yang utama di dunia. Kendati kesadaran tentang penyakit ini dan cara pencegahannya telah meningkat selama dua dekade terakhir, hepatiti terus menjadi penyebab utama penyakit dan kematian diantara semua penyakit menular (communicable disease). Penyakit menular adalah penyakit yang dapat menyebar dari satu orang ke orang lain.

Ada beberapa penyebab hepatitis , tetapi yang paling umum adalah kelompok virus yang disebut virus hepatotropik. Ini adalah virus yang memiliki kecenderungan menyebabkan penyakit lever. Meskipun kebanyakan orang dapat sembuh dari hepatitis akibat virus , setelah jatuh sakit selama beberapa minggu, banyak orang yang akhirnya mengalami penyakit kronis ataupun meninggal. Bahkan, mereka yang sembuh pun telah kehilangan beberapa minggu kerja. Biaya ekonomis pada level individual dan nasional akibat hepatitis tinggi karenanya.

 

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C

Hepatitis memiliki banyak tipe, untuk mencegah penyakit hepatitis agar tidak menjangkit dan berkembang semakin parah perlu dilakukan upaya pencegahan yang lebih signifikan. Setiap tipe hepatitis memiliki pencegahan tersendiri dengan cara yang berbeda dari setiap tipe hepatitis.

Berikut ini akan diberikan beberapa ulasan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menangani masalah penyakit hepatitis dengan beragam tipe, diantaranya :

1. Upaya pencegahan untuk Hepatitis A (HAV)

Penyakit hepatitis dapat menghinggap siapa saja tidak memandang segi usia atau faktor ekonomi. Hepatitis dapat menyerang mulai dari balita, anak-anak hingga orang dewasa. Untuk hepatitis A bila menyerang anak-anak mulai dari 1-18 tahun dapat dilakukan vaksinasi dengan pemberian dosis vaksin 2 atau 3 tetes dosis vaksin sesuai dengan standar pengobatan. Sedangkan untuk orang dewasa dengan pemberian vaksinasi yang lebih besar dengan jangka waktu pemberian vaksin 6-12 bulan setelah dosis pertama vaksin.

Dengan pemberian vaksinasi ini merupakan upaya pencegahan yang efektif dapat bertahan 15-20 tahun atau lebih. Pemberian vaksin bertujuan mencegah sebelum terjadinya infeksi dari virus hepatitis A dan memberikan perlindungan terhadap virus sedini mungkin 2-4 minggu setelah vaksinasi.

Pemberian vaksinasi untuk hepatitis A, diberikan kepada :

1. Mereka yang menggunakan obat-obat terlarang (psikotropika/narkoba) dengan menggunakan jarum suntik.

2. Mereka yang bekerja sebagai pramusaji, terutama mereka yang memiliki makanan yang kurang mendapatkan perhatian akan keamanan dan kebersihan dari makanan itu sendiri.

3. Orang yang tinggal dalam satu pondok atau asrama yang setiap harinya berkontak langsung. Mungkin diantara penghuni pondok asrama memiliki riwayat penyakit hepatitis A.

4. Balita dan anak-anak yang mungkin tinggal dalam lingkungan yang memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi akan hepatitis.

5. Seseorang yang suka melakukan oral seks/anal.

6. Seseorang yang teridentifikasi penyakit hati kronis.

Menjaga kebersihan terhadap diri pribadi dan lingkungan sekitar tempat tinggal merupakan upaya awal yang sangat penting sebagai proses pencegahan lebih dini sebelum terjangkit atau mengalami resiko yang lebih tinggi terhadap serangan penyakit hepatitis. Selalu menjaga kebersihan dengan mengawali langkah yang mudah salah satunya dengan cara membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu.

Namun bagi mereka yang suka berpergian ke luar negeri yang mungkin di negara tersebut memiliki sanitasi yang kurang baik sebagai pencegahan tak ada salahnya untuk melakukan vaksinasi minimal 2 bulan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri. Akan tetapi bagi mereka yang sudah teridentifikasi terkena virus hepatitis A (HAV), globulin imun (IG) harus diberikan sesegera mungkin dengan pemberian vaksin minimal 2 minggu setelah teridentifikasi virus hepatitis A.

Gambar : Contoh alur pemberian vaksinasi dan dosis vaksin pada bayi mulai dari usia 0-6 bulan

2. Upaya pencegahan untuk Hepatitis B (HBV)

Pemberian vaksinasi ini juga dinilai sangat optimal dan efektif bagi mereka yang teridentifikasi hepatitis B dan dapat membantu memberikan perlindungan kurang lebih selama 15 tahun. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menuturkan bahwa semua bayi yang baru lahir dan mereka yang sudah berusia sampai dengan 18 tahun dan dewasa diwajibkan untuk diberikan vaksin sebagai upaya perlindungan dan pencegahan terhadap resiko infeksi divaksinasi. Dengan pemberian 3 suntikan pada jangka waktu 6-12 bulan wajib memberikan perlindungan penuh.

Semua anak, para remaja dan orang dewasa pun serta mereka yang aktif secara seksual perlu diberikan vaksinasi. Terutama bagi mereka yang bekerja langsung menangani darah atau produk darah seperti pendonor atau pekerja laboratoruim setiap harinya harus diberikan vaksin. Mereka yang menggunakan obat terlarang dengan menggunakan jarum suntik juga sangat dilarang untuk saling bergantian atau menggunakan jarum suntik yang sama, sedotan kokain atau jenis lainnya.

3. Upaya pencegahan Hepatitis C (HCV)

Tidak ada vaksin untuk mencegah virus dari hepatitis C ini . Pemberian vaksin pada hepatitis A dan B tidak memberikan sistem imunitas atau kekebalan terhadap virus hepatitis C. Hanya saja upaya preventif untuk mencegah dan mengobati virus hepatitis C ini yang mungkin dapat dilakukan adalah sama halnya dengan pemberian vaksin yang sama seperti hepatitis B.

Posted in Pencegahan Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Virus Hepatitis

Hepatitis biasanya terjadi karena virus, yaitu hepatitis A, B, C, D atau E. Ini juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, sperti mononukleosis infeksiosa, demam kunig dan infeksi sitomengalovirus. Penyebab hepatitis nonvirus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. Dapat dikatakan bahwa penyakit hepatitis disebabkan oleh 3 faktor, yakni virus, alkohol dan obat-obatan tertentu.

Berikut ini ada beberapa macam virus hepatitis yang berasal beberapa jenis hepatitis, diantaranya :

1. Virus hepatitis A

Virus hepatitis A terutama menyebar melalui feses yang berasal dari sisa metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui anus. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.

Gambar : virus hepatitis A

2. Virus hepatitis B

Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ini ditularkan melalui darah atau produk darah. Biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual, baik heteroseksual maupun homoseksual. Ibu hamil yang terinfeksi hepatittis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan.

Didaerah Timur jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis, dan kanker hati.

Gambar : virus hepatitis B

3. Virus hepatitis C

Virus hepatitis C paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual, Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita oenyakit hati dan alkoholik sering kali menderita hepatitis C.

Gambar : virus hepatitis C pada manusia

4. Virus hepatitis D

Hanya terjadi sebagai rekan infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis b menjadi lebih berat. Yang memiliki resiko tinggi terhadap virus ini adalah pencandu obat.

5. Virus Hepatitis E

Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang. Sedangkan di Indonesia sendiri lebih banyak penderita hepatitis B.

6. Virus hepatitis G

Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini.

7. Virus lainnya

Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :

– virus mumps
– virus rubella
– virus cytomegalovirus
– virus epstein-barr
– virus herpes

Posted in Jenis - Jenis Virus Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis

Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.

Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver). Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.

Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia 2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas.

Namun hepatitis yang banyak terjadi dan dialami oleh penduduk Indonesia adalah hepatitis B.

Gambar : virus dari jenis hepatitis yang kemudian akan merusak fungsi organ hati

Berikut ini adalah cara penularan virus dari hepatitis B yang banyak terjadi dan dialami khususnya jika terjadi pada anak.

1. Penularan hepatitis B pada bayi dan anak-anak

– Jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika dalam mengandung sangat memungkinkan janin atau bayi yang dikandung juga terjangkit jenis hepatitis yang sama, bahkan resiko lebih besar terjadi pada bayi dibanding ibunya.

– Juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang menderita hepatitis B.

2. Pengaruh Infeksi Virus Hepatitis B

– Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.

– Jika infeksi yang terjadi pada bayi sebelum bayi berusia kurangd ari 1 tahun memiliki resiko lebih tinggi sekitar 90 % mengidap hepatitis akut atau kronis, namun sebaliknya jika infeksi hepatitis B terjadi pada bayi setelah berusia 2-5 tahun maka resiko dari penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar 50 % bahkan apabila infeksi terjadi diatas usia 5 tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya 5-10 %.

– Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati dan pengerutan hati ) dan atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment